APANG COE

Apang coe merupakan kue tradisional yang berasal dari Manado, Sulawesi Utara. Kue yang bentuknya indah merekah mirip dengan kue mangkok ini memiliki aroma yang sangat wangi dengan warna khas kecokelatan karena menggunakan gula merah.

Tekstur kuenya terasa legit. Penggunaan daun pandan atau daun pisang sebagai bahan alas atau wadah takir menambah aroma wangi pada kue serta memberikan nuansa khas kue tradisional nusantara. Kue apang coe ini memiliki kemiripan dengan kue khas Tionghoa yang bernama "huat kueh" atau kue moho.

APANG COE
BAHAN :
300 gr tepung beras
150 gr gula merah, sisir halus
50 gr gula pasir
250 ml santan sedang
150 ml air kelapa
Daun pandan besar untuk takir/wadah

BAHAN, AYAK MENJADI SATU :
100 gr tepung terigu
5 gr ragi instan
1 sdt baking powder
1 sdt bumbu spekuk

CARA MEMBUAT :
1. Bentuk daun pandan besar/lebar menjadi takir-takir. Jika tidak ada, bisa dipakai daun pisang.
2. Masak gula merah, gula pasir, dan air kelapa hingga mendidih. Angkat, lalu saring dan dinginkan.
3. Aduk dengan campuran terigu hingga kalis. Diamkan adonan selama 1-2 jam hingga agak mengembang.
4. Tuangkan adonan ke dalam takir-takir hingga hampir penuh.
5. Kukus adonan dalam kukusan panas selama 30 menit hingga kue merekah. Angkat dan dinginkan.

Untuk : 10 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).