ULI BAKAR BUMBU KENCUR

Banyak penganan lezat yang bisa diciptakan dari beras ketan dan parutan kelapa, uli salah satunya. Uli yang ditawarkan kali ini cukup unik, bukan digoreng, tetapi dibakar di atas bara arang. Rasanya bukan main, apalagi setelah dibubuhi bumbu kencur yang harum.

ULI BAKAR BUMBU KENCUR
BAHAN :
500 gr beras ketan
600 ml santan
1 sdt garam
1 lbr daun salam
1 butir kelapa, parut kasar
2 sdm air asam jawa
2 sdm gula pasir
1/2 sdm garam
3 sdm minyak goreng

BAHAN BUMBU KENCUR :
4 butir bawang merah, haluskan
3 buah cabe merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
2 cm kencur, haluskan
1 lbr daun salam

CARA MEMBUAT :
1. Tumis bawang merah, bawang putih, daun salam, cabe merah, kencur sampai harum.
2. Masukkan kelapa, gula, dan air asam jawa. Masak hingga bumbu meresap.
3. Didihkan santan. Tambahkan daun salam dan beras ketan. Aduk rata.
4. Kukus sampai matang. Selagi masih panas, haluskan ketan kukus lalu pipihkan dalam cetakan 20 cm.
5. Potong 5x5 cm, lalu bakar sampai kecokelatan.
6. Sajikan dengan bumbu kencur.

Untuk : 14 potong

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).