BUBUR SUMSUM

Bubur sumsum adalah sejenis penganan tradisional nusantara berupa bubur berwarna putih yang dimakan dengan siraman saus atau kinca gula merah. Penganan ini terutama dikenal di Jawa, namun juga bisa ditemukan di seluruh nusantara, bahkan sampai ke negeri jiran Malaysia.

Diberi nama bubur sumsum karena penampilannya yang seperti sumsum tulang. Sumsum dalam bahasa Jawa berarti kekuatan tubuh manusia, sehingga bubur sumsum ini merupakan salah satu makanan yang ada di setiap upacara selamatan. Bubur sumsum terbuat dari bahan utama tepung beras, memiliki kemiripan dengan kue padamaran yang berasal dari Jambi. Bubur sumsum juga dikenal dengan nama bubur saring, bubur tepung, atau bubur tepung beras.

BUBUR SUMSUM
BAHAN BUBUR :
100 gr tepung beras
100 ml air
4 sdm susu bubuk, tambahkan 550 ml air
1/2 sdt garam

BAHAN SAUS KINCA :
100 gr gula merah, sisir halus
200 ml air
1 lbr daun pandan, ikat

CARA MEMBUAT :
1. Aduk bahan bubur sumsum, lalu jerang di atas api sedang.
2. Masak bubur sumsum sambil diaduk hingga meletup-letup. Sisihkan.
3. Rebus bahan saus hingga mendidih, saring lalu dinginkan.
4. Setelah dingin, hidangkan bubur sumsum dengan disiram saus kincanya.

Untuk : 6 porsi

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).