KRASIKAN

Krasikan merupakan salah satu kue tradisional khas dari daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Krasikan memiliki bentuk yang hampir mirip dengan jenang atau dodol, namun teksturnya lebih kasar karena terbuat dari beras ketan dan kelapa parut yang disangrai, di mana butiran-butiran beras ketan tersebut masih nampak. Di Sumatera, kue yang mirip dengan krasikan diberi nama alupadeh, dengan bahan tambahan berupa bubuk jahe.

KRASIKAN
BAHAN :
300 gr ketan
1 sdt air kapur sirih
1 butir kelapa, parut
250 gr gula merah
500 ml santan dari 1 butir kelapa

CARA MEMBUAT :
1. Rendam campuran beras ketan dan air kapur sirih +/- 1 jam dalam air yang cukup, cuci, dan tiriskan.
2. Sangrai ketan hingga kecokelatan, angkat, tumbuk agak halus selagi masih panas, sisihkan.
3. Sangrai kelapa parut sampai kecokelatan, angkat, tumbuk halus hingga berminyak, sisihkan.
4. Rebus gula merah bersama santan sampai mendidih, saring, dan diamkan.
5. Kecilkan api, masukkan ketan dan kelapa tumbuk, aduk rata hingga kering, angkat.
6. Tuang adonan krasikan ke dalam loyang yang dialasi daun pisang/plastik, ratakan dan tekan-tekan supaya padat.
7. Setelah dingin, potong-potong dengan ukuran persegi atau sesuai selera.

Related Posts:

BOLU KUKUS JAGUNG MANIS

Bolu kukus memang banyak kreasi dan variasinya, salah satunya adalah bolu kukus jagung manis ini. Kue mungil yang bentuknya mirip dengan kue putu ayu ini cocok menjadi kudapan yang menemani acara minum teh atau kopi pada sore hari.

BOLU KUKUS JAGUNG MANIS
BAHAN :
5 butir telur
150 gr gula pasir
250 gr tepung terigu
150 ml santan
1 sdt esens pandan
1 buah jagung manis rebus, sisir

CARA MEMBUAT :
1. Kocok telur dan gula pasir hingga putih mengembang. Masukkan tepung terigu sambil diaduk. Tuangkan santan dan esens pandan.
2. Ambil cetakan kue ukuran kecil, isi dengan jagung manis lalu masukkan adonan.
3. Kukus selama 15 menit hingga kue matang. Sajikan dingin.

Untuk : 20 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).