KUE SEMPRIT NANAS

Kue semprit nanas ini merupakan salah satu kue kering yang populer di Indonesia dan Malaysia yang sering disajikan sebagai kue hari raya selain kue nastar.

Kue semprit juga dikenal dengan nama kue dahlia karena bentuknya yang menyerupai bunga dahlia.

Selain selai nanas, bahan lain seperti selai stroberi, kismis, blueberry, dan keping cokelat ("chocolate chips") juga bisa digunakan sebagai bahan hiasan kue.

KUE SEMPRIT NANAS
BAHAN :
150 gr tepung terigu
200 gr margarin
175 gr gula halus
1 kuning telur ayam
Vanili secukupnya
Selai nanas secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan tepung terigu, margarin, gula halus, dan kuning telur, kemudian aduk sambil diremas-remas.
2. Masukkan vanili, lalu aduk lagi dan diuleni sampai bahan-bahan tersebut menjadi adonan yang lembut.
3. Siapkan loyang dan olesi dengan margarin agar kue tidak lengket saat dipanggang.
4. Masukkan adonan ke dalam plastik yang sudah dipasang cetakan kue semprit berbentuk kerucut pada ujungnya supaya hasil semprotan adonan berbentuk menyerupai bunga.
5. Tata bunga-bunga kue semprit sampai loyang terisi penuh. Tambahkan selai nanas di tengah-tengah kue.
6. Masukkan ke dalam oven dengan suhu kurang lebih 170°C selama 20 menit, atau sampai kue semprit berwarna kuning kecokelatan.
7. Angkat dan tunggu sampai kue semprit benar-benar dingin sebelum disimpan ke dalam stoples.

Related Posts:

BUBUR KUE KERANG UBI

Walaupun memakai kata "kerang", penganan tradisional khas nusantara ini sama sekali tidaklah menggunakan kerang sebagai salah satu bahan kue atau buburnya.

Dinamakan bubur kue kerang ubi karena makanan ini merupakan perpaduan antara kue kerang ubi yang disajikan bersama dengan kuah bubur, sementara nama kerang ubinya sendiri dikarenakan adonan ubi dipipihkan dengan punggung garpu, lalu digulung sehingga menyerupai bentuk kerang atau kepompong.

Bubur kue kerang ubi yang biasa disajikan bersama saus kental santan pandan dengan cita rasa manis ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu hidangan menu berbuka puasa di bulan Ramadhan nanti.

BUBUR KUE KERANG UBI

BAHAN ADONAN KUE :
250 gr ubi putih
100 gr tepung sagu
25 ml air (untuk menguleni tepung sagu dan ubi putih)
1/2 sdt garam
Pewarna makanan merah dan hijau

BAHAN KUAH BUBUR :
1 liter air
200 gr gula merah
5 sdm gula pasir
4 lbr daun pandan
100 gr tepung beras, larutkan dalam 100 ml air

SAUS SANTAN :
350 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt garam
2 lbr daun pandan

CARA MEMBUAT :
UNTUK KUE KERANG UBI :
1. Kupas ubi lalu kukus sampai matang dan empuk. Angkat lalu haluskan, campur dengan tepung sagu, air, dan garam. Uleni hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing diberi warna hijau, merah, dan 1 bagian dibiarkan tetap putih.
2. Ambil sedikit adonan, bulatkan, lalu pipihkan dengan punggung garpu, lalu gulung hingga membentuk kepompong atau kerang. Kerjakan hingga adonan habis.

UNTUK KUAH BUBUR :
3. Didihkan air, gula merah, gula pasir, dan daun pandan. Saring, masak kembali di atas api, masukkan kue kerang ubi, rebus hingga mengapung dan matang.
4. Masukkan larutan tepung beras ke dalam panci, aduk rata.

UNTUK SAUS SANTAN :
5. Campur semua bahan saus, didihkan sambil diaduk terus agar santan tidak pecah.
6. Sajikan bubur kue kerang ubi bersama santan.

Untuk : 4 porsi

Related Posts:

BONGKO PISANG NANGKA

Kata "bongko" berasal dari bahasa Jawa. Arti kata bongko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah makanan dari kacang merah, kelapa muda, dan bumbu, yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Jadi bongko pisang nangka berarti penganan yang terbuat dari bahan utama berupa pisang, nangka, dan santan, yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Bongko pisang nangka merupakan kue tradisional khas Jawa yang memiliki kemiripan dengan kue nagasari atau kue pisang. Kue ini biasanya disajikan sebagai dalam acara pernikahan di daerah pedesaan, khususnya di Pulau Jawa. Bongko pisang nangka dengan rasa yang manis gurih ini juga cocok dijadikan sebagai makanan pembuka puasa dan juga sebagai hidangan penutup.

BONGKO PISANG NANGKA
BAHAN :
250 gr pisang tanduk, kukus, potong kotak 1 cm
200 gr kelapa setengah tua, kupas, parut kasar
10 buah nangka, bersihkan, potong melintang
100 gr gula pasir
100 ml santan
50 gr tepung terigu
1/4 sdt garam
1/8 sdt vanili
Daun pisang untuk membungkus

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan pisang, parutan kelapa, nangka, dan gula pasir.
2. Tambahkan campuran santan, tepung terigu, dan vanili.
3. Sendokkan ke daun pisang lalu bungkus. Sematkan dengan lidi.
4. Kukus selama 30 menit.

Untuk : 10-12 bungkus

Sumber : V-Recipes

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).