KUE COMBRO, ( salero-bundo )

Kue combro merupakan kue tradisional khas dari Provinsi Jawa Barat yang bahan utamanya adalah parutan singkong dan oncom. Kue ini diberi nama combro, merupakan kependekan kata "oncom di jero" dalam Bahasa Sunda, yang dalam Bahasa Indonesia berarti "oncom di dalam".

Sebenarnya oncom yang dijadikan sebagai pengisi kue combro ini bisa diganti dengan bahan lain, seperti tempe, tahu atau bahan lainnya sesuai selera.

Kue combro ini lebih enak disantap saat masih hangat sebagai teman minum teh atau kopi di saat santai keluarga pada sore hari.

KUE COMBRO

BAHAN :
UNTUK KULIT COMBRO :
500 gr ubi kayu/singkong yang bagus, kupas dan parut
1 sdt garam

ISI COMBRO :
150 gr oncom, haluskan
5 batang kucai, iris halus
3 sdm minyak sayur

BUMBU YANG DIHALUSKAN :
2 buah cabe merah
3 buah cabe rawit
2 siung bawang putih
2 siung bawang merah
1 cm kencur
1/2 sdt garam
1/2 sdt gula pasir

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Kulit Combro : Campur parutan singkong dengan garam hingga rata.
2. Untuk Isi Combro : Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan oncom dan kucai, aduk hingga rata dan kering. Angkat.
3. Ambil 2 sdm adonan singkong, isi dengan 1 sdt penuh adonan isi. Bentuk bulat lonjong.
4. Goreng dalam minyak panas dan banyak sampai berwarna kuning kecokelatan.
5. Angkat dan tiriskan. Sajikan combro selagi masih hangat.

Untuk : 12 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).