KROKET KENTANG

Berbeda dengan resep kroket jagung sebelumnya yang tanpa bahan pengisi, kroket kentang ini menggunakan bahan pengisi berupa campuran aneka jenis sayuran serta tahu dan soun sebagai pengganti daging cincang sehingga lebih ekonomis.

Meskipun kroket kentang ini merupakan kue nusantara yang berasal dari Belanda, kroket kentang telah menjadi salah satu kudapan favorit yang disukai oleh masyarakat Indonesia, dengan modifikasi dan variasi rasa sesuai dengan selera nusantara. Kroket kentang cocok dinikmati di momen acara minum teh atau kopi bersama keluarga tercinta.

KROKET KENTANG

BAHAN KULIT :
300 gr kentang kukus, haluskan
50 gr tepung terigu protein sedang
20 gr susu bubuk
1 butir telur
3/4 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt teh pala bubuk
1 sdm margarin

BAHAN ISI :
100 gr tahu, potong kotak, goreng
50 gram soun, seduh, potong-potong
100 gr wortel, iris korek api
50 gr kol, iris halus
50 gr buncis, iris miring
2 siung bawang putih, cincang halus
2 butir bawang merah, cincang halus
1 batang daun bawang, iris halus
1 sdt kecap asin
1/2 sdt garam
1/4 sdt merica bubuk
1/2 sdt penyedap rasa
100 ml air
1 sdm minyak untuk menumis

BAHAN PELAPIS :
2 butir telur, kocok lepas
75 gr tepung panir halus

CARA MEMBUAT : 1. Untuk Isi : Panaskan minyak. Tumis bawang putih dan bawang merah sampai harum. Tambahkan wortel, buncis, kol, dan tahu. Aduk rata.
2. Masukkan air, kecap asin, garam, merica bubuk, dan kaldu ayam bubuk. Masak sampai matang dan meresap. Tambahkan soun dan daun bawang. Aduk rata. Sisihkan.
3. Aduk rata bahan kulit. Pipihkan adonan kulit. Beri isi. Bentuk lonjong.
4. Gulingkan pada tepung panir halus. Celupkan ke dalam telur. Gulingkan lagi di tepung panir halus.
5. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan dengan api sedang sampai matang. Sajikan kroket kentang dengan sambal atau cabe rawit.

Untuk : 15 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).