BUBUR KUE KERANG UBI

Walaupun memakai kata "kerang", penganan tradisional khas nusantara ini sama sekali tidaklah menggunakan kerang sebagai salah satu bahan kue atau buburnya.

Dinamakan bubur kue kerang ubi karena makanan ini merupakan perpaduan antara kue kerang ubi yang disajikan bersama dengan kuah bubur, sementara nama kerang ubinya sendiri dikarenakan adonan ubi dipipihkan dengan punggung garpu, lalu digulung sehingga menyerupai bentuk kerang atau kepompong.

Bubur kue kerang ubi yang biasa disajikan bersama saus kental santan pandan dengan cita rasa manis ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu hidangan menu berbuka puasa di bulan Ramadhan nanti.

BUBUR KUE KERANG UBI

BAHAN ADONAN KUE :
250 gr ubi putih
100 gr tepung sagu
25 ml air (untuk menguleni tepung sagu dan ubi putih)
1/2 sdt garam
Pewarna makanan merah dan hijau

BAHAN KUAH BUBUR :
1 liter air
200 gr gula merah
5 sdm gula pasir
4 lbr daun pandan
100 gr tepung beras, larutkan dalam 100 ml air

SAUS SANTAN :
350 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt garam
2 lbr daun pandan

CARA MEMBUAT :
UNTUK KUE KERANG UBI :
1. Kupas ubi lalu kukus sampai matang dan empuk. Angkat lalu haluskan, campur dengan tepung sagu, air, dan garam. Uleni hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing diberi warna hijau, merah, dan 1 bagian dibiarkan tetap putih.
2. Ambil sedikit adonan, bulatkan, lalu pipihkan dengan punggung garpu, lalu gulung hingga membentuk kepompong atau kerang. Kerjakan hingga adonan habis.

UNTUK KUAH BUBUR :
3. Didihkan air, gula merah, gula pasir, dan daun pandan. Saring, masak kembali di atas api, masukkan kue kerang ubi, rebus hingga mengapung dan matang.
4. Masukkan larutan tepung beras ke dalam panci, aduk rata.

UNTUK SAUS SANTAN :
5. Campur semua bahan saus, didihkan sambil diaduk terus agar santan tidak pecah.
6. Sajikan bubur kue kerang ubi bersama santan.

Untuk : 4 porsi

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).