JAJE BANTAL

Pulau Bali selain terkenal dengan kekayaan budaya dan keindahan alamnya, ternyata juga memiliki khazanah aneka kue tradisional enak dan unik yang menggoda selera kita untuk mencobanya, di antaranya jaje bantal ini.

Jaje atau jaja dalam bahasa Bali berarti kue, jadi jaje bantal ini berarti kue bantal, mungkin dikarenakan bentuk kuenya yang menyerupai bantal kecil. Jaje bantal ini hampir sama dengan kue bantal pisang, bedanya jaje bantal ini juga menggunakan kacang merah selain pisang. Jaje bantal ini memiliki kemiripan dengan kue lepet kacang merah.

JAJE BANTAL

BAHAN :
250 gr ketan
150 gr kelapa parut
200 gr pisang tanduk, iris kecil
50 gr kacang merah, rebus dan potong kecil
1 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
Janur dan tali plastik untuk pembungkus

CARA MEMBUAT :
1. Rendam ketan selama lebih kurang 1 jam. Kukus ketan setengah masak, angkat.
2. Campur ketan dengan kelapa parut, pisang, kacang merah, gula pasir, dan garam, aduk rata.
3. Bungkus dengan janur dan tali membentuk bantal, lalu rebus sampai masak selama lebih kurang 1 jam, angkat, dinginkan.
4. Jaje bantal siap dihidangkan.

Untuk : 10 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).