KUE PELITA DAUN

Kue pelita daun merupakan salah satu kue tradisional khas Melayu yang berasal dari Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Di daerah Kampar sendiri, kue ini dinamakan kue palito daun dalam dialek bahasa Melayu Kampar.

Bahan utama untuk membuat kue ini adalah tepung beras dan santan kental. Ciri khas kue ini adalah bertekstur lembut, rasanya manis gurih dan bentuk persegi dengan warna kue bagian atas putih yang diletakkan di atas daun pisang.

Kue ini dinamakan kue pelita daun karena jika bagian daun pisang kue ini dibuka, maka bagian bawah kuenya akan nampak seperti sumbu pelita. Aslinya sumbu tersebut berasal dari penggunaan gula enau yang dipotong-potong. Kue pelita daun memiliki kemiripan bentuk dengan kue talam jagung manis atau kue tako-tako.

KUE PELITA DAUN
BAHAN :
150 gr tepung beras
1/4 sdt garam
400 ml santan kental dari 1 butir kelapa
600 ml santan encer (dari perasan santan kental)
2 butir telur ayam, kocok lepas
1/2 sdt garam
3 lembar daun pandan, potong-potong
50 gr gula pasir kasar untuk taburan
Daun pisang untuk takir

CARA MEMBUAT :
1. Ambil 20 gram tepung beras (dari 150 gram tepung beras). Tambahkan garam dan santan kental. Aduk rata.
2. Aduk rata sisa tepung beras, santan encer, telur, dan garam.
3. Ambil takir. Letakkan satu potong daun pandan. Tabur 1 sendok teh gula pasir kasar.
4. Tuang campuran telur. Kukus 20 menit dengan api kecil.
5. Tuang campuran santan kental. Kukus lagi 15 menit sampai matang.

Untuk : 30 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).