SINGKONG GORENG

Bersama dengan pisang goreng, singkong goreng termasuk dalam kategori kue tradisional yang paling populer dan mudah ditemukan di seluruh daerah nusantara. Selain bahannya yang hanya berupa singkong atau ubi kayu dan tambahan sedikit bumbu, cara pembuatannya juga sangat sederhana. Untuk menghasilkan singkong goreng yang empuk, singkong yang digunakan haruslah yang masih baru dan bagus kualitasnya. Untuk mendapatkan singkong yang bagus, pilihlah singkong dengan kulit luar yang mengelupas, sehingga warna kulitnya merah muda dan ukurannya tidak terlalu besar.

Selain itu, ubi yang berwarna putih bersih atau kekuningan, menandakan ubi masih baru. Jika sudah berwarna kebiruan atau keras berurat, berarti ubi kurang baik karena sudah beberapa hari dicabut, maka jangan digunakan. Singkong goreng biasanya dinikmati sebagai camilan favorit untuk menemani minum kopi atau teh hangat.

SINGKONG GORENG

BAHAN :
500 gr singkong, kupas
3 siung bawang putih, haluskan
1 sdt garam
1/2 sdt ketumbar bubuk
50 ml air matang

CARA MEMBUAT :
1. Potong dan belah umbi singkong sesuai selera, cuci bersih, tiriskan. Kukus hingga matang dan lunak, dinginkan.
2. Campur semua bahan bumbu dengan air matang, masukkan singkong kukus, aduk rata, diamkan +/- 30 menit agar bumbu meresap.
3. Goreng sampai permukaan singkong kering kecokelatan.
4. Singkong goreng siap disajikan. Bagi penggemar rasa pedas, tambahkan sambal cabe botol untuk menambah kelezatan singkong goreng ini.

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).