KUE PISANG

Kue pisang merupakan kue tradisional khas Pulau Jawa. Kue pisang ini memiliki kemiripan dengan kue nagasari dari segi bentuk dan tampilannya dan penggunaan buah pisang.

Perbedaannya adalah tepung yang digunakan untuk membuat kue nagasari adalah tepung beras dan tepung sagu, sementara kue pisang ini menggunakan tepung hunkue.

Karena kemiripannya, sering timbul kekeliruan dalam membedakan antara kue pisang dan kue nagasari ini. Selain pisang, buah yang juga bisa dipakai untuk membuat kue dengan tepung hunkue ini adalah nangka. Dari segi ukuran, biasanya kue nagasari lebih tebal dari kue pisang ini. Kue nagasari ini cocok disajikan sebagai kue manis untuk berbuka puasa.

KUE PISANG

BAHAN :
1 bungkus (+/- 125 gr) tepung hunkue
8-10 bh pisang kepok tua, atau 2 bh pisang tanduk, kukus matang
200 gr gula pasir
1250 ml santan dari 1,5 butir kelapa
1/4 sdt vanili
1/4 sdt garam
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

CARA MEMBUAT :
1. Kupas pisang, potong miring +/- 1 cm, sisihkan.
2. Cairkan tepung hunkue dengan sebagian santan, sisihkan.
3. Didihkan sisa santan, gula, garam, dan vanili. Masukkan larutan tepung hunkue, aduk sampai kental dan matang.
4. Ambil sepotong daun pisang, beri 1 sdm adonan tepung selagi panas, taruh 1 potong pisang, tutup dengan 1 sdm adonan.
5. Lipat daun ke depan dan lipat lagi kedua ujungnya ke tengah sehingga kue terbungkus dan berukuran +/- 4 x 7 cm.
6. Biarkan kue dingin dan mengeras, rapikan dan sajikan.

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).