KUE PADAMARAN

Kue padamaran adalah kue tradisional yang berasal dari Jambi dengan bahan utama berupa tepung beras dan santan. Kue yang berteksur lembut dengan rasa yang gurih ini bentuknya menyerupai bubur sumsum yang dikenal di Jawa. Perbedaannya adalah terletak pada posisi kinca gula merahnya.

Pada bubur sumsum, kinca gula merah disiram di bagian atasnya, sedangkan pada kue padamaran ini, kinca gula merahnya selain terdapat di bagian atasnya, juga ada di bagian dasarnya. Selain itu, kue padamaran berwarna hijau karena penggunaan air suji, sementara bubur sumsum umumnya berwarna putih. Tektur kue padamaran juga lebih kental dibandingkan bubur sumsum.

KUE PADAMARAN
BAHAN :
150 gr tepung beras
350 ml santan dari 1/2 butir kelapa, hangatkan
50 ml air suji (dari 45 lembar daun suji dan 5 lembar daun pandan)
1 1/4 sendok teh garam
Daun pandan besar untuk takir


BAHAN ISI (Aduk rata) :
50 gr gula merah, sisir halus

CARA MEMBUAT :
1. Aduk tepung beras, santan hangat, air suji, dan garam sampai rata.
2. Letakkan sedikit bahan isi di dasar takir.
3. Tuangkan campuran tepung beras ke atas takir. Kukus 20 menit. Beri sedikit bahan isi.
4. Kukus lagi 5 menit sampai gula leleh.

Untuk : 15 buah

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).