MIE HIJAU HOMEMADE



Bismillahirrohmanirrohim
Kali ini kita bikin mie homemade yuuk. Lebih sehat, bersih dan terjamin kalau kita bikin sendiri di rumah kan. Cara pembuatan mie homemade cukup mudah dan bahannya juga simpel kok. Sekarang ini lagi trend mie sehat dengan berbagai warna yang cantik. Warna-warna tersebut diperoleh dari bahan alami yang ditambahkan pada pembuatan mie. Warna hijau bisa diperoleh dari sawi hijau atau bayam, orange dari wortel, ungu dari bunga telang atau ubi ungu atau merah dari buah bit. Mie dengan aneka warna tersebut tentunya sangat menarik dilihat, apalagi anak-anak pasti suka. Dengan tambahan bahan-bahan tersebut, mie tidak hanya cantik tapi juga bisa meningkatkan nilai gizinya.

Keluarga kami adalah penggemar mie. Segala macam olahan mie pasti laris manis, mulai dari mie goreng, mie ayam, cwie mie, mie kangkung, mie titi dan lain sebagainya. Biasanya aku membuat mie tanpa tambahan bahan lainnya, jadi warnanya hanya kuning seperti mie pada umumnya. Kali ini aku tambahkan sawi hijau dan jadilah mie hijau homemade.





Kali ini aku mencoba resep dari Tabloid Koki yang kulihat di blog Mbak Hesti. Biasanya aku membuat mie hanya dengan bahan tepung terigu, garam dan telur. Resep ini memakai tambahan tepung sagu. Berikut ini resepnya ya

MIE HIJAU HOMEMADE

Bahan :
500 gr tepung terigu protein tinggi
1 sdm garam halus
2 sdm tepung sagu
3 butir telur ayam (bisa juga pakai telur bebek)
200 gr sawi hijau ---> blender dengan sedikit air ambil sarinya kurang lebih 100-150 ml 
(tambahkan bila kurang)

Cara Membuat :
- Dalam sebuah wadah campur terigu dan garam. Aduk hingga rata.
- Tambahkan tepung sagu, aduk kembali hingga tercampur rata.
- Ambil sari sawi hijau (aku pakai 150 ml), masukkan telur kemudian aduk hingga rata.
- Tuang campuran sari sawi hijau sedikit demi sedikit ke campuran tepung sambil diaduk hingga rata. Tambahkan sari sawinya bila adonan dirasa masih kering.
- Masukkan adonan ke dalam gilingan mie. Giling dengan nomer yang besar terlebih dahulu hingga halus. Sesekali beri tepung sagu agar tidak lengket.
- Kecilkan nomer gilingan hingga ketebalan yang diinginkan.
- Cetak mie sesuai selera, bisa bentuk pipih ataupun bulat. 
- Adonan mie siap digunakan.



Di foto ini warnanya beda ya hehehe. Ini foto di dapurku yang remang-remang, aslii saat proses berlangsung. Jadinya gak sempet mikir lighting karena tangan berlumuran tepung hihihi.

Mie homemade bisa tahan disimpan di kulkas selama kurang lebih 1 minggu. Kemas mie dalam wadah kedap udara dalam ukuran 1x pakai, misalnya dipacking masing-masing seberat 200 gr. Sebenarnya aku belum pernah juga menyimpan mie homemade sampai 1 minggu, karena keburu habis diolah. 
Mie hijau homemade ini bisa jadi salah satu solusi buat anak-anak yang tidak suka sayuran hijau. Mie-nya tidak terasa langu sayur sama sekali. Kata kakak Naira....Bunda ini mie pandan tapi kok kurang wangi ya pandannya hihihi. Dikiranya warna hijaunya dari pandan ^_^
Apabila tidak mempunyai gilingan mie, bisa menggunakan rolling pin untuk menggiling adonan. Giling berulang kali hingga halus dan ketebalannya sesuai selera kemudian potong dengan menggunakan pisau. 



Selamat mencoba ya..




Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).