BANANA BREAD (REPOST)



Bismillahirrohmanirrohim....memulai aktivitas lagi setelah liburan. Sebenarnya liburannya juga gak kemana-mana sih hihihi. Hanya berkumpul di suatu tempat bersama keluarga, tidak ada acara spesial tapi sudah cukup jadi obat jenuh akan aktivitas sehari-hari. Alhamdulillah.
Acara baking pertama di tahun ini, pengennya bikin yang simpel aja tapi enak dan disukai keluarga. Pilihanku jatuh pada banana bread. Pembuatannya cukup mudah dan cepat serta no need to mixer. Banana bread ini masuk dalam kategori "quick bread" karena memang pembuatannya yang cepat apabila dibandingkan dengan proses pembuatan bread yang menggunakan ragi. Walau pembuatannya cukup simpel, rasanya gak simpel lho, alias enaak. Setidaknya itu menurutku sih hehehe.




Banana bread ini memakai resep dari Joy of Baking. Resep ini kayanya juga udah tekenal banget ya hehehe. Aku sudah berulang kali menggunakan resep ini dan selalu puas dengan hasilnya. Menurutku ini anti gagal ya dan rasanya juga enak lho. Resepnya juga sudah pernah diposting disini. Resep asli Joy of Baking bisa dilihat disini. Berikut aku tuliskan lagi resepnya

BANANA BREAD

Bahan :
230 gr tepung terigu serbaguna
100 gr gula pasir
40 gr gula palem
1 sdt baking powder
1/4 sdt soda kue
1/4 sdt garam
1/2 sdt kayu manis bubuk
2 butir telur ukuran besar, kocok lepas
113 gr butter / margarin leleh
450 gr pisang (aku pakai 4 buah pisang cavendish), lumatkan dengan garpu
1 sdt vanilla (aku pakai vanilla susu bubuk)

Topping (optional) :
1 buah pisang, iris tipis
bisa juga memakai keju, chocochips, almond atau kenari, sesuai selera yaa

Cara Membuat :
- Panaskan oven 180'C, siapkan loyang (aku pakai loyang loaf 23x10x7 cm), olesi dasar dan sisinya dengan margarin, taburi dengan sedikit terigu. Sisihkan.
- Dalam sebuah wadah, campur dan ayak terigu, baking powder, soda kue dan garam. Masukkan gula pasir, gula palem, vanilla bubuk dan kayu manis bubuk. Aduk rata dan sisihkan.
- Dalam wadah lain, campurkan pisang yang sudah dilumatkan, telur dan margarin leleh. Aduk rata.
- Masukkan ke dalam campuran tepung, aduk perlahan hanya sampai tercampur rata saja. Teksturnya akan seperti lumpur, tidak perlu sampai halus.
- Tuang adonan ke dalam loyang, taburi topping dan panggang selama kurang lebih 50-60 menit hingga matang (tergantung oven masing-masing ya).
- Lakukan test tusuk dan angkat. Dinginkan.

Teksturnya cukup empuk dan moist. Cocok sebagai teman minum teh di sore hari atau sebagai salah satu menu sarapan. Buat bekal juga oke lho karena banana bread ini cukup mengenyangkan. Aku sengaja melumatkan pisang tidak terlalu halus, jadi lebih terasa pisangnya. Harumnya aroma gula palem, kayu manis dan pisang...yummyyy. Kalau di rumahku, walau sudah bosan makan cake, tapi kalau yang dibuat banana bread ini pasti cepat ludesnya. Anak-anak juga suka banget.






Pasti udah banyak kan yang mencoba resep ini. Buat yang belum pernah nyobain...monggo dipraktekkan resepnya, siapa tau jadi salah satu favorit keluarga.
Happy Baking ^_^

Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).