MARI BIKIN MAKUTEL LAGI ^^



Iseng aja ya posting lagi tentang macaroni schotel alias makutel. Kayanya di blog ini sudah terlalu sering deh postingan tentang makutel. Udah bosen juga fotoin makutel karena yang baca blog juga bisa bosen liat kalau makutel mulu yang difotoin. Jadi kalau kali ini fotoin makutel berarti karena lagi bener-bener iseng gak ada yang difotoin hahaha.

Sekedar cerita, biasanya aku selalu membuat makutel saat selera makan mulai turun. Biasanya kalau aku lagi banyak kesibukan dan ngerasa capek, selera makan bisa turun. Kalau diturutin ya bisa gak makan deh, jadi mending dibawa ke dapur dan bikin makanan yang kusuka. Yang kubuat ya makutel ini. Selain mudah dan praktis, yang paling penting keluargaku memang penggemar makutel. Tiap aku bikin selalu laris manis. Jangan-jangan bagi mereka, rasa makutel itu cuma ada 2 kali ya, enak dan enak sekali hihihihi.

Bahan-bahannya bisa dilihat dari foto di atas ya...eh tapi di fotonya kelupaan naruh garam, gula pasir dan juga oregano >_<  Biasanya aku gak pernah nimbangin lagi kalau bikin makutel, asal cemplang cemplung aja. Salah satu contoh resep makutel yang kubuat bisa dilihat disini. Kali ini aku bikin tanpa saus bechamel, karena memang stok susu cair yang terbatas. Sebagai variasi, atasnya aku taburi dengan bread crumbs atau tepung panir. Kejunya selain memakai keju cheddar parut, juga memakai keju parmesan. Rasanya?? Jelas mantaap....ngeju tapi tidak terasa eneg.









Dinikmati dengan saus sambal favorit...Alhamdulillah enak sekali. Kalau masih ada sisa, tinggal masukkan kulkas dan dihangatkan keesokan harinya. Siap disajikan untuk sarapan. Jadi...mari bikin makutel lagi ^^


Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).