KEMBANG GOYANG



Kembang goyang adalah salah satu jajanan tradisional Indonesia. Di berbagai daerah, kue ini dikenal dengan nama yang berbeda-beda. Ada yang menyebutnya sebagai kembang loyang, matahari bahkan antari. Kue ini sebenarnya bertekstur renyah, sehingga banyak juga yang menyebutnya sebagai kerupuk. Rasanya gurih dengan semburat rasa manis. Sekarang ini sudah banyak modifikasi kembang goyang, ada yang rasa pedas bahkan gurih keju. Warnanya pun juga beraneka ragam, mulai dari hijau, coklat, merah dan tentu saja yang kuning keemasan.

Kembang goyang banyak disajikan pada acara-acara tertentu, misalnya acara pernikahan, hari raya atau acara hajatan lainnya. Sekarang ini memang kembang goyang sudah tidak terlalu populer seperti dahulu, tapi bukan berarti kue ini dilupakan begitu saja. Kembang goyang tetap disajikan pada acara-acara spesial.

Sudah cukup lama aku pengen bikin kembang goyang sendiri. Cetakannya sudah dibeli sejak lama, tapi ternyata gak kesampaian juga bikinnya. Akhirnya tahun lalu (bulan lalu tepatnya hihihi), ketika ada kesempatan luang, aku bikin kembang goyang sendiri. Ada 2 resep yang ingin aku coba. Resep pertama memakai tepung beras dan telur sedangkan resep yang kedua memakai campuran tepung terigu dan tapioka serta tidak memakai telur. Kali ini aku mencoba resep yang memakai tepung beras dulu ya. Resep asli aku pakai milik Mas Budi Sutomo.




KEMBANG GOYANG

Bahan :
250 gr tepung beras
350 ml santan
2 butir telur, kocok lepas
5 sdm gula pasir (aslinya 4 sdm)
1/2 sdt garam halus
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
- Campur tepung beras, gula pasir dan garam. Aduk rata.
- Tuang telur dan santan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Saring.
- Panaskan minyak, kemudian celupkan cetakan kembang goyang hingga panas.
- Celupkan cetakan ke dalam adonan, goreng sambil digoyang-goyang hingga terlepas dari cetakan.
- Goreng dengan api sedang hingga berwarna kecoklatan.
- Angkat dan tiriskan
- Setelah dingin baru disimpan di wadah kedap udara.

Tips Membuat Kembang Goyang :
- Pastikan cetakan dalam keadaan panas ketika dicelupkan ke adonan. Cetakan yang dingin menyebabkan adonan tidak menempel di cetakan.
- Adonan kembang goyang yang lengket di cetakan bisa disebabkan karena adonan terlalu cair (kurang tepung) atau bisa juga karena cetakan yang kurang panas.
- Kembang goyang yang mudah gosong bisa disebabkan karena api yang digunakan terlalu besar atau pemakaian gula yang terlalu banyak.
- Warna kembang goyang yang pucat, tidak bisa kecoklatan disebabkan karena waktu penggorengan kurang lama atau karena penggunaan gula yang kurang.
- Jangan menumpuk kembang goyang ketika ditiriskan karena bisa menyebabkan kembang goyang terlalu berminyak.
- Agar kembang goyang matang dan kering merata, goreng dalam minyak yang cukup banyak.





Rasanya sudah cukup enak menurutku. Renyah dan manisnya pas. Cuma memang bentuknya belum bisa cantik. Jadi penasaran ingin mencoba lagi. Semoga ada kesempatan mencoba resep kembang goyang yang lainnya ya.


Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).