HOMEMADE EKKADO



Proyek iseng tadi siang setelah kerjaan selesai adalah bikin homemade ekkado. Buat penggemar 'Hokben' pasti gak asing lagi kan sama yang namanya ekkado. Ekkado adalah salah satu variasi gorengan Jepang yang terdiri dari daging ayam cincang, udang cincang, telur puyuh dan dibungkus dengan kulit kembang tahu. Bentuknya lucu, mirip buntelan. Sebenarnya cara membuatnya cukup mudah, tapi yang membuatku maju mundur adalah aku kesulitan menemukan kulit kembang tahu yang mulus di tempatku. Akhirnya aku coba dengan bahan yang ada aja, it's mean pakai kulit kembang tahu yang memang gak mulus hihihi. Daripada penasaran terus dengan homemade ekkado sih ya. Ternyata memang lebih susah deh kalau kembang tahunya gak mulus, jadi gak heran kalau ekkado buatanku ini gak karuan bentuknya. Sebenarnya bisa juga diganti dengan kulit lumpia atau spring roll, cuma kok menurutku gak kaya ekkado donk ya karena gak pakai kembang tahu. Akhirnya cuma bisa menghibur diri....jangan liat bentuknya ya, yang penting rasanya enak heuheuheu.





Resep homemade ekkado, aku adaptasi dari Mbak Rachmah. Ini dia resepnya...

HOMEMADE EKKADO

Bahan :
Kulit kembang tahu
(aku pakai yang kaku/keras)
20 butir telur puyuh rebus
3 siung bawang putih, haluskan
200 gr daging ayam
200 gr udang kupas
1 butir telur
1 sdt garam halus
1/4 sdt gula pasir
1/4 sdt merica bubuk
sejumput pala bubuk
1 sdt saus tiram
1/2 sdt saus teriyaki
1/2 sdt tepung tapioka
minyak untuk menggoreng

Cara Membuat :
- Siapkan kulit kembang tahu. Apabila memakai yang kaku / keras, rendam dalam air panas hingga lemas. Angkat dan tiriskan baru kemudian dipotong-potong kurleb 10x10 cm. Apabila memakai kulit kembang tahu yang lemas, bisa langsung dipotong.
- Haluskan ayam dan udang dengan menggunakan food processor (bisa juga pakai blender atau diuleg biasa).
- Campurkan daging yang sudah dihaluskan dengan telur, bawang putih, tepung tapioka, garam, gula pasir, merica bubuk, pala bubuk, saus tiram dan saus teriyaki. Aduk hingga rata.
- Ambil selembar kulit kembang tahu, letakkan di tengahnya 1 sdm adonan kemudian letakkan 1 telur puyuh di atasnya. Tangkupkan sisi-sisinya ke tengah dan ikat dengan benang. Lakukan hingga habis.
- Panaskan kukusan, kemudian kukus ekkado dengan api kecil selama kurang lebih 20 menit. Angkat.
- Setelah uap panasnya hilang, goreng ekkado dengan api sedang hingga kecoklatan dan renyah.
- Angkat dan tiriskan, lepaskan benangnya dan siap disajikan hangat.

Notes :
 Perhatikan tulisan pada kulit kembang tahu. Apabila tertera kulit kembang tahu sudah asin, maka hati-hati dalam penggunaan garam. Kulit kembang tahu yang kupakai ini  tidak terasa asin.

Enak sekali disajikan dengan sambal bangkok favorit keluarga. Kalau suka pakai saus mayonaise juga boleh, sesuaikan dengan selera keluarga aja ya. Lain kali pengen nyobain lagi bikin ekkado dengan tambahan wortel, kayanya enak juga deh. Tapi ntar aja ya, kalau sudah berhasil nemu kulit kembang tahu yang muluus.




Related Posts:



Sample 2 “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” . (Bung Karno) “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. (Pidato HUT Proklamasi 1956 Bung Karno) “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” (Soekarno) “Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun”. (Bung Karno) “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961) “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – Bung Karno “Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.” (Pidato HUT Proklamasi 1963 Bung Karno) “……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……” (Bung Karno) Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya. Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna(tidak cacat atau keriput). Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput).